The Journey
Wednesday, December 20th, 2006Perjalanan paling melelahkan bukanlah perjalanan hidup kita berpindah-pindah tempat. Atau travelling ke ujung dunia. Justru perjalanan paling melelahkan adalah perjalanan menuju diri sendiri. The true of yourself is the hardest journey.
Pengalaman diri sendiri adalah pengalaman terbaik yang bisa kita ceritakan (karena kita memberi narasi beserta emosi di dalamnya) sebuah perpaduan feature yang ideal.
Setiap kota yang saya lalui menyimpan segudang pengalaman dan kesan. Blora adalah kota kelahiran sekaligus tempat saya menemukan masa kanak-kanak untuk dikenang. Saya tidak mendeskripsikan karakter orang dengan baik, ada beberaa istilah Samin, Kotok, dan legenda rakyat tentang Ki Samin Surosentika atau Arya Penangsang; lambang-lambang pemberontakan.
Ada juga tokoh Kartosoewiryo, Pramoedya Ananta Toer, LB Moerdani adalah contoh karakter orang-orang Blora. Alam yang keras: tanah berkapur, hutan jati yang meranggas, minyak di perut bumi yang memanaskan lapisan di atasnya. Memaksa orang blora untuk Survive dengan cara berjalan puluhan kilometer untuk mendapatkan air, menjadi TKI di negara-negara kaya juga menjadi perantau untuk belajar di tempat yang lebih ‘berperadaban’ dan ‘berkesejahteraan.
Saya termasuk ke dalam kelompok kedua, pergi ke solo, melacak peradaban yang pernah ada di sana. Monumen kejayaan Mataram, Kasunanan Surakarta, museum Sriwedari (saya lebih kenal belakang sriwedari tempat toko-toko buku murah mengajarkan peradaban dan pewarisan budaya)
(maaf ini sekedar menyusuri jalan-jalan memori..meninggalkan jejak di dunia maya..tanpa bermaksud memamerkan masa lalu…semoga bermanfaat)
To be continued